Senin, 04 Mei 2015

[011] Huud Ayat 026

««•»»
Surah Huud 26

أَنْ لَا تَعْبُدُوا إِلَّا اللَّهَ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ أَلِيمٍ
««•»»
an laa ta'buduu illaa allaaha innii akhaafu 'alaykum 'adzaaba yawmin aliimin
««•»»
Agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan".
««•»»
Worship none but Allah. Indeed I fear for you the punishment of a painful day.’
««•»»

Peringatan ini dijelaskan dengan kata-kata: "Supaya kamu sekalian jangan menyembah kecuali kepada Allah, dan jangan mempersekutukan-Nya dengan apa saja dan aku khawatir jika kamu melanggar dasar agama itu, kamu akan ditimpa azab yang pedih sekali."

Kaum Nuh itu adalah umat yang pertama kali menyembah berhala dan mengadakan kemusyrikan, dan Nabi Nuh sendiri adalah Rasul yang pertama, yang diutus Allah kepada seluruh penghuni dunia. Peringatan Nabi Nuh itu didasarkan atas kekhawatirannya, jika kaumnya tidak bertauhid kepada Allah dan tidak meninggalkan semua bentuk kemusyrikan, mereka akan ditimpa azab yang sangat pedih. Akan tetapi kaum Nabi Nuh telah menentang seruan Nabinya dengan empat alasan yang dibuat-buat.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Agar) supaya (kalian jangan menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku takut kalian) jika kalian menyembah selain-Nya (akan ditimpa azab pada hari yang sangat menyakitkan.") azab yang menyakitkan di dunia dan di akhirat.
««•»»
That, you worship none but God. Lo! I fear for you, should you worship other than Him, the chastisement of a painful day’, painful in this world and in the Hereafter.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 25][AYAT 27]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
26of123
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=11&tAyahNo=26&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
al-quran.info/#11:26

[011] Huud Ayat 025

««•»»
Surah Huud 25

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ إِنِّي لَكُمْ نَذِيرٌ مُبِينٌ
««•»»
walaqad arsalnaa nuuhan ilaa qawmihi innii lakum nadziirun mubiinun
««•»»
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, (dia berkata): "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu,
««•»»
Certainly We sent Noah to his people [to declare]: ‘Indeed I am a manifest warner to you,
««•»»

Pada ayat ini Allah swt. menerangkan bahwa Dia telah mengutus Nabi Nuh a.s. kepada kaumnya yang ingkar dan durhaka kepada Tuhan dengan menyembah berhala, dan Nabi Nuh berkata kepada mereka: "Sesungguhnya aku memberi peringatan dari Allah supaya kamu meninggalkan syirik dan beriman serta taat kepada-Nya."

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, ia berkata, "Sesungguhnya aku) bahwa aku. Menurut suatu qiraat lafal innii dengan memperkirakan adanya makna al-qaul yang artinya, dia berkata (adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kalian) yakni jelas peringatannya.
««•»»
And verily We sent Noah to his people [and he said]: ‘I am (annī: a variant reading has innī, in which case ‘he said’ has been omitted) for you a clear warner, one whose warning is plain.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 24][AYAT 26]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
25of123
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=11&tAyahNo=25&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
al-quran.info/#11:25

Sabtu, 18 April 2015

[011] Huud Ayat 024

««•»»
Surah Huud 24

مَثَلُ الْفَرِيقَيْنِ كَالْأَعْمَى وَالْأَصَمِّ وَالْبَصِيرِ وَالسَّمِيعِ هَلْ يَسْتَوِيَانِ مَثَلًا أَفَلَا تَذَكَّرُونَ
««•»»
matsalu alfariiqayni kaal-a'maa waal-ashammi waalbashiiri waalssamii'i hal yastawiyaani matsalan afalaa tadzakkaruuna
««•»»
perbandingan kedua golongan itu (orang-orang kafir dan orang-orang mukmin), seperti orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan dapat mendengar. Adakah kedua golongan itu sama keadaan dan sifatnya?. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran (daripada perbandingan itu)?.
««•»»
The parable of the two parties is that of one who is blind and deaf and one who sees and hears. Are they equal in comparison? Will you not then take admonition?
««•»»

Dalam pada itu Allah swt. menjelaskan bahwa perbandingan antara kedua golongan itu, yaitu golongan orang-orang kafir dan orang-orang mukmin adalah seperti orang buta dan tuli dibandingkan dengan orang-orang yang melihat dan mendengar. Orang yang tuli yang kehilangan indra pendengarannya tentu tidak dapat menangkap ilmu pengetahuan yang menjadi unsur perbedaan antara manusia dan hewan, dan orang yang buta karena kehilangan penglihatan tentu tidak dapat meyaksikan kebenaran yang dilihatnya, demikian pula orang yang kafir yang diserupakan dengan orang buta dan tuli itu, tentu saja tidak dapat disamakan dengan orang mukmin yang dapat mempergunakan kedua indranya dengan sempurna.

Maka patutlah hal ini menjadi pelajaran yang berkesan di dalam hati sanubari manusia sehingga setiap orang akan berusaha supaya dapat memanfaatkan penglihatan dan pendengarannya secara sempurna baik lahir maupun batin.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Perumpamaan) gambaran (kedua golongan itu) yakni orang-orang kafir dan orang-orang mukmin (seperti orang buta dan tuli) ini perumpamaan orang kafir (dengan orang yang dapat melihat dan dapat mendengar) ini perumpamaan orang mukmin. (Adakah kedua golongan itu sama keadaan dan sifatnya?) Tentu saja tidak. (Maka tidakkah kalian mengambil pelajaran) lafal tadzakkaruuna asalnya tatadzakkaruuna, kemudian huruf ta asal diidgamkan kepada huruf dzal sehingga jadilah tadzakkaruuna, artinya sama dengan lafal tatta`izhuuna, yaitu mengambil pelajaran.
««•»»
The likeness, the description, of the two parties, the disbelievers and the believers, is as the blind and the deaf, this being the likeness of the disbeliever, and the one who sees and the one who hears, this being the likeness of the believer, are they equal in likeness? No! Will you not then remember? (tadhakkarūn: the original tā’ [of tatadhakkarūn] has been assimilated with the dhāl) [will you not then] be admonished?
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 23][AYAT 25]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
23of123
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=11&tAyahNo=24&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
al-quran.info/#11:24

[011] Huud Ayat 023

««•»»
Surah Huud 23

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَخْبَتُوا إِلَى رَبِّهِمْ أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
««•»»
inna alladziina aamanuu wa'amiluu alshaalihaati wa-akhbatuu ilaa rabbihim ulaa-ika ash-haabu aljannati hum fiihaa khaaliduuna
««•»»
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh dan merendahkan diri kepada Tuhan mereka, mereka itu adalah penghuni-penghuni syurga; mereka kekal di dalamnya.
««•»»
Indeed those who have faith and do righteous deeds and are humble before their Lord —they shall be the inhabitants of paradise, and they shall remain in it [forever].
««•»»

Berlainan sekali dengan nasib orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Mereka selalu berserah diri kepada Allah dengan patuh dan taat kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya, mengerjakan berbagai kebajikan di dunia, melaksanakan ketaatan pada Allah dengan tulus ikhlas dan meninggalkan segala yang mungkar, mereka itu adalah penghuni-penghuni surga yang tidak akan keluar lagi darinya, dan mereka tidak akan mati, bahkan kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh dan merendahkan diri) merasa tenang dan aman, atau kembali (kepada Rabb mereka, mereka itu adalah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya).
««•»»
Truly those who believe and perform righteous deeds and humble themselves, [who] are at peace and feel reassured, or [who] repent, before their Lord: such will be the inhabitants of Paradise, abiding therein.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 22][AYAT 24]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
23of123
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=11&tAyahNo=23&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
al-quran.info/#11:23

[011] Huud Ayat 022

««•»»
Surah Huud 22

لَا جَرَمَ أَنَّهُمْ فِي الْآخِرَةِ هُمُ الْأَخْسَرُونَ
««•»»
laa jarama annahum fii al-aakhirati humu al-akhsaruuna
««•»»
Pasti mereka itu di akhirat menjadi orang-orang yang paling merugi.
««•»»
Undoubtedly, they are the ones who will be the biggest losers in the Hereafter.
««•»»

Sudah pasti mereka itu di akhirat menjadi orang-orang yang paling rugi, karena telah menukar kenikmatan surga dengan api neraka yang sangat panas, menukar minuman yang lezat dengan minuman yang membakar, meninggalkan hidup senang dan bahagia dengan hidup menderita dalam neraka yang penuh dengan penderitaan yang tidak ada putus-putusnya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Pasti) sungguh (mereka itu di akhirat menjadi orang-orang yang paling merugi).
««•»»
Without doubt, verily, they will be the greatest losers in the Hereafter.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 21][AYAT 23]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
22of123
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=11&tAyahNo=22&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
al-quran.info/#11:22

[011] Huud Ayat 021

««•»»
Surah Huud 21

أُولَئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَفْتَرُونَ
««•»»
ulaa-ika alladziina khasiruu anfusahum wadhalla 'anhum maa kaanuu yaftaruuna
««•»»
Mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan.
««•»»
They are the ones who have ruined their souls, and what they used to fabricate has forsaken them.
««•»»

Sesudah itu Allah swt. menjelaskan bahwa mereka yang mempunyai sifat seperti itu adalah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, orang-orang yang disingkirkan dari rahmat Allah, karena membuat-buat dusta dan menukar petunjuk dengan kesesatan dan menyembah berhala yang sama sekali tidak dapat memberi mudarat atau manfaat sehingga hilang lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka harap-harapkan.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri) karena mereka menjerumuskan dirinya ke dalam neraka yang abadi (dan lenyaplah) terhapuslah (dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan) terhadap Allah, yaitu tuduhan mereka yang menyekutukan Allah.
««•»»
Such are they who have lost their souls, for their journey’s end shall be to the Fire, made everlasting for them; and that which they used to invent, [of lies] concerning God, in the way of claiming [that He has] a partner, has failed them, is absent [before them].
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 20][AYAT 22]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
21of123
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=11&tAyahNo=21&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
al-quran.info/#11:21

[011] Huud Ayat 020

««•»»
Surah Huud 20

أُولَئِكَ لَمْ يَكُونُوا مُعْجِزِينَ فِي الْأَرْضِ وَمَا كَانَ لَهُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ يُضَاعَفُ لَهُمُ الْعَذَابُ مَا كَانُوا يَسْتَطِيعُونَ السَّمْعَ وَمَا كَانُوا يُبْصِرُونَ
««•»»
ulaa-ika lam yakuunuu mu'jiziina fii al-ardhi wamaa kaana lahum min duuni allaahi min awliyaa-a yudaa'afu lahumu al'adzaabu maa kaanuu yastathii'uuna alssam'a wamaa kaanuu yubshiruuna
««•»»
Orang-orang itu tidak mampu menghalang-halangi Allah untuk (mengazab mereka) di bumi ini, dan sekali-kali tidak adalah bagi mereka penolong selain Allah. Siksaan itu dilipat gandakan kepada mereka. Mereka selalu tidak dapat mendengar (kebenaran) dan mereka selalu tidak dapat melihat(nya).
««•»»
They cannot thwart [Allah] on the earth, nor do they have besides Allah any guardian. For them the punishment shall be doubled, for they could neither listen, nor did they use to see.
««•»»

Dalam pada itu Allah swt. menjelaskan bahwa mereka yang menghalang-halangi manusia menuju jalan Allah itu, tidak akan dapat melarikan diri dari siksa Allah walaupun mereka lari ke penjuru bumi yang manapun. Bilamana azab itu datang menimpa mereka, mereka pasti berada dalam genggaman malaikat dan tidak ada seorang pun yang dapat menolong atau menyelamatkan mereka dari azab itu, bahkan azab Allah akan ditimpakan dua kali lipat; pertama karena kesesatannya dan kedua karena menyesatkan orang lain. Dan juga karena mereka tidak mau mendengarkan seruan Alquran dan melihat kebenaran, karena dirinya telah diliputi oleh akidah yang batal, kekotoran, kemusyrikan dan kelaliman.

Sebagaimana firman Allah:
وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَا تَسْمَعُوا لِهَذَا الْقُرْآنِ وَالْغَوْا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَغْلِبُونَ
Dan orang-orang yang kafir berkata: "Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan Alquran ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya supaya kamu dapat mengalahkan (mereka).
(QS. Fussilat [41]:26)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Orang-orang itu tidak mampu menghalang-halangi) Allah (di bumi ini dan sekali-kali tidak adalah bagi mereka selain Allah) selain-Nya (yang menolong mereka) maksudnya para penolong yang dapat mencegah azab Allah terhadap mereka. (Siksaan itu dilipatgandakan kepada mereka) karena mereka menyesatkan orang lain. (Mereka selalu tidak dapat mendengar) kebenaran (dan mereka selalu tidak melihat) kebenaran itu karena kebencian mereka yang sangat terhadap kebenaran itu sehingga digambarkan seolah-olah mereka tidak mampu untuk mendengar dan melihatnya.
««•»»
Such will not escape, God, in the earth and, beside God, other than Him, they [can] have no allies, [no] helpers to protect them against His chastisement. For them the chastisement will be double, for their having led others astray. They could not hear, the truth, nor did they use to see, it; that is to say, because of their extreme aversion to it, it is as though they did not have the [physical] capacity for it.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 19][AYAT 21]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
20of123
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=11&tAyahNo=20&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
al-quran.info/#11:20