Senin, 08 Juni 2015

[011] Huud Ayat 030

««•»»
Surah Huud 30

وَيَا قَوْمِ مَنْ يَنْصُرُنِي مِنَ اللَّهِ إِنْ طَرَدْتُهُمْ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ
««•»»
wayaa qawmi man yanshurunii mina allaahi in tharadtuhum afalaa tadzakkaruuna
««•»»
Dan (dia berkata): "Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mengusir mereka. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran? {717}.
{717} Kata-kata ini diucapkan oleh Nabi Nuh a.s. sewaktu Dia didesak oleh golongan kafir yang Kaya dari kaumnya untuk mengusir golongan yang beriman, tidak berada, miskin dan papa.
««•»»
O my people! Who would come to my help against Allah were I to drive them away? Will you not then take admonition?
««•»»

Wahai kaumku, tidak ada seorang pun yang dapat menolak siksaan Allah, jika aku mengusir mereka yang telah beriman itu, dan telah mengikuti seruanku karena hal itu termasuk suatu kelaliman yang berat sekali, yang pasti akan dibalas dengan azab yang berat pula. Apakah kamu tidak sadar dan mengambil pelajaran? Mereka itu mempunyai Tuhan yang pasti akan menolongnya, dan yang mengusir mereka pasti akan binasa.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan dia berkata, "Hai kaumku! Siapakah yang akan menolongku) yang dapat membentengi diriku (dari Allah) dari azab-Nya (jika aku mengusir mereka) orang-orang yang beriman kepadaku, tentu saja tidak ada seorang penolong pun. (Maka tidakkah) mengapa tidak (kalian mengambil pelajaran) lafal tadzakkaruuna asalnya adalah tatadzakkaruuna, kemudian huruf ta asal diidgamkan kepada dzal sehingga jadilah tadzdzakkaruuna, artinya sama dengan tatta`izhuuna, yaitu mengambil pelajaran.
««•»»
And O my people, who would help, [who would] defend, me against God, that is, [against] His chastisement, if I drive them away?, in other words, there is none to help me. Will you not then remember? (tadhakkarūn: the original second tā’ [in tatadhakkarūn] has been assimilated with the dhāl), [will you not then] be admonished?
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 29][AYAT 31]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
30of123
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=11&tAyahNo=30&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
al-quran.info/#11:30

[011] Huud Ayat 029

««•»»
Surah Huud 29

وَيَا قَوْمِ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مَالًا إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَى اللَّهِ وَمَا أَنَا بِطَارِدِ الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّهُمْ مُلَاقُو رَبِّهِمْ وَلَكِنِّي أَرَاكُمْ قَوْمًا تَجْهَلُونَ
««•»»
wayaa qawmi laa as-alukum 'alayhi maalan in ajriya illaa 'alaa allaahi wamaa anaa bithaaridi alladziina aamanuu innahum mulaaquu rabbihim walaakinnii araakum qawman tajhaluuna
««•»»
Dan (dia berkata): "Hai kaumku, aku tiada meminta harta benda kepada kamu (sebagai upah) bagi seruanku. Upahku hanyalah dari Allah dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Tuhannya, akan tetapi aku memandangmu suatu kaum yang tidak mengetahui".
««•»»
O my people! I do not ask you any material reward for it. My reward lies only with Allah. But I will not drive away those who have faith. Indeed they will encounter their Lord. But I see that you are an ignorant lot.
««•»»

Dan Nuh berkata: "Wahai kaumku, aku tidak meminta upah atau balasan apa saja atas nasihat dan seruan kepadamu itu. Aku mengajak kalian kepada ketauhidan, ketakwaan kepada Allah, semata-mata ikhlas karena Allah supaya kamu sekalian berbahagia di akhirat, dan aku sama sekali tidak meminta atau mengharapkan pemberian upah harta benda dari kalian. Aku tahu bahwa harta benda itu sangat kamu sayangi. Aku tahu bahwa penilaian kalian terhadap seseorang itu selalu dikaitkan dengan kekayaannya. Oleh karena itu, maka untuk memurnikan seruanku dan untuk tidak menyinggung perasaan, aku tidak meminta apa-apa, cukuplah aku mengharapkan pahala dari Allah saja, karena Allahlah yang memberi tugas kepadaku dan aku hanya bertawakal kepada-Nya." Dan ucapan seperti itu diucapkan pula oleh Rasul-rasul yang lain dalam rangka menyampaikan risalahnya.

Kaum Nuh pernah mengusulkan demikian: "Hai Nuh, jika kamu ingin supaya kami ikut beriman kepadamu, maka usirlah pengikutmu yang lemah dan hina itu, karena kami tidak sanggup duduk bersama mereka dalam suatu majelis." Nabi Nuh a.s. menjawab: "Aku tidak akan mengusir mereka, karena mereka sungguh-sungguh akan bertemu dengan Tuhannya, dan mereka hanya akan ditanya tentang amalnya, bukan soal pangkat atau keturunannya, dan itulah yang tidak kamu ketahui." Ucapan Nabi Nuh a.s.

Itu dijelaskan pula dalam ayat lain yaitu firman Allah swt.:
قَالُوا أَنُؤْمِنُ لَكَ وَاتَّبَعَكَ الْأَرْذَلُونَ قَالَ وَمَا عِلْمِي بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ إِنْ حِسَابُهُمْ إِلَّا عَلَى رَبِّي لَوْ تَشْعُرُونَ وَمَا أَنَا بِطَارِدِ الْمُؤْمِنِينَ إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ مُبِينٌ
Mereka berkata: "Apakah kami akan beriman kepadamu padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang yang hina?" Nuh menjawab: "Bagaimana aku mengetahui apa yang telah mereka kerjakan? Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku kalau kamu menyadari. Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang beriman. Aku (ini) tidak lain melainkan pemberi peringatan yang menjelaskan."
(QS. As Syu'ara' [26]:111-115)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan dia berkata, "Hai kaumku! Aku tiada meminta kepada kalian sebagai upah bagi seruanku) di dalam menyampaikan risalahku (harta benda) yang kalian berikan kepadaku sebagai imbalannya (tiada lain) (upahku) pahalaku (hanyalah dari Allah dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman) seperti apa yang kalian perintahkan supaya aku melakukannya. (Sesungguhnya mereka pasti akan bertemu dengan Rabbnya) melalui hari berbangkit kemudian Allah membalas mereka dan menghukum orang-orang yang menyakiti dan mengusir orang-orang yang beriman (tetapi aku memandang kalian suatu kaum yang tidak mengetahui.") akibat dari perbuatan kalian yang demikian itu.
««•»»
And O my people, I do not ask of you any wealth, which you should give me, for this, for conveying the Message. My wage, my reward, falls only upon God and I will not drive away those who believe, as you have commanded me; they shall surely meet their Lord, at the Resurrection, and He will requite them and exact vengeance for them from those who wronged them and drove them away. But I see you are a people who are ignorant, of the consequence of your affair.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 28][AYAT 30]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
29of123
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=11&tAyahNo=29&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
al-quran.info/#11:29

[011] Huud Ayat 028

««•»»
Surah Huud 28

قَالَ يَا قَوْمِ أَرَأَيْتُمْ إِنْ كُنْتُ عَلَى بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّي وَآتَانِي رَحْمَةً مِنْ عِنْدِهِ فَعُمِّيَتْ عَلَيْكُمْ أَنُلْزِمُكُمُوهَا وَأَنْتُمْ لَهَا كَارِهُونَ
««•»»
qaala yaa qawmi ara-aytum in kuntu 'alaa bayyinatin min rabbii waaataanii rahmatan min 'indihi fa'ummiyat 'alaykum anulzimukumuuhaa wa-antum lahaa kaarihuuna
««•»»
Berkata Nuh: "Hai kaumku, bagaimana pikiranmu, jika aku ada mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku, dan diberinya aku rahmat dari sisi-Nya, tetapi rahmat itu disamarkan bagimu. Apa akan kami paksakankah kamu menerimanya, padahal kamu tiada menyukainya?"
««•»»
He said, ‘O my people! Tell me, should I stand on a manifest proof from my Lord, and He has granted me His own mercy —though it should be invisible to you— shall we force it upon you while you are averse to it?
««•»»

Berkata Nuh a.s.: "Hai kaumku, bagaimana pendapatmu jika aku mengemukakan hujah yang nyata sekali kebenarannya dari Tuhanku, dan bukan sekali-kali dariku sendiri, dan bukan pula karena jasaku sendiri sebagai seorang manusia yang istimewa, akan tetapi karena aku diberi rahmat oleh Tuhanku, yaitu kenabian yang tidak dapat kamu melihatnya karena dihalangi oleh kejahilan, kesombongan, kesenangan kepada pangkat dan kedudukan duniawi, maka apakah aku akan memaksa kamu untuk menerimanya sedangkan kamu sangat membencinya? Kami tidak dapat mengadakan paksaan. Terserah kepada kalian untuk menerima atau menolaknya, karena aku hanya seorang utusan Allah dan bertugas menyampaikannya.

Nabi Nuh a.s. menjelaskan apa yang tersirat dalam jawabannya yaitu walaupun mereka sama-sama manusia, jangan disamakan dalam segala hal ihwal keadaannya secara menyeluruh, karena semua orang tidak sama watak dan tabiatnya, tidak sama kecerdasan dan kemampuannya, tidak sama persediaannya untuk menerima petunjuk dan kebenaran, apalagi dalam bidang-bidang yang secara keseluruhan dikuasai oleh Allah swt. seperti membuka hati dan menerima rahmat, atau menerima pangkat kenabian yang semuanya itu sangat samar bahkan tertutup sama sekali bagi orang-orang kafir. Maka apa yang dapat aku kerjakan ialah menyampaikan perintah Allah. Sama sekali aku tidak mampu memaksa kamu untuk menerima kenyataan-kenyataan seperti itu. Sebagaimana utusan Allah, aku hanya mampu menyampaikan saja terserah kepada kamulah untuk menerima atau menolaknya asal kamu betul-betul memahami akibat-akibatnya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Berkata Nuh, "Hai kaumku! Bagaimana pikiranmu) coba katakan kepadaku (jika aku ada mempunyai bukti yang nyata ) penjelasan yang nyata (dari Rabbku dan diberi-Nya aku rahmat) kenabian (dari sisi-Nya tetapi rahmat itu disamarkan) disembunyikan (bagi kalian) dan menurut suatu qiraat dibaca fa`amiyat (apa akan kami paksakan kalian menerimanya) artinya apakah kami harus memaksakan kalian untuk menerimanya (padahal kalian tiada menyukainya?") tidak mampu untuk melakukan hal tersebut.
««•»»
He said, ‘O my people, have you considered: — inform me — if I am [acting] upon a clear proof, a clear statement, from my Lord and He has given me mercy — prophethood — from Him, and it has been obscured, concealed, from you (‘amiyat, ‘obscured’, a variant reading has the passive ‘ummiyat), can we compel you to it, are we [able] to force you to accept it, while you are averse to it? We are not able to do that.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 27][AYAT 29]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
28of123
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=11&tAyahNo=28&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
al-quran.info/#11:28

Senin, 04 Mei 2015

[011] Huud Ayat 027

««•»»
Surah Huud 27

فَقَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ مَا نَرَاكَ إِلَّا بَشَرًا مِثْلَنَا وَمَا نَرَاكَ اتَّبَعَكَ إِلَّا الَّذِينَ هُمْ أَرَاذِلُنَا بَادِيَ الرَّأْيِ وَمَا نَرَى لَكُمْ عَلَيْنَا مِنْ فَضْلٍ بَلْ نَظُنُّكُمْ كَاذِبِينَ
««•»»
faqaala almalau alladziina kafaruu min qawmihi maa naraaka illaa basyaran mitslanaa wamaa naraaka ittaba'aka illaa alladziina hum araadzilunaa baadiya alrra/yi wamaa naraa lakum 'alaynaa min fadhlin bal nazhunnukum kaadzibiina
««•»»
Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya: "Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apapun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta".
««•»»
But the elite of the faithless from among his people said, ‘We do not see you to be anything but a human being like ourselves, and we do not see anyone following you except those who are simpleminded riffraff from our midst. Nor do we see that you have any merit over us. Rather we consider you to be liars.’
««•»»

Pertama:
Para pemimpinnya berkata: "Kami memandang kamu sebagai manusia biasa sederajat saja dengan kami. Kamu tidak mempunyai kelebihan apa-apa daripada kami, sehingga kami tidak perlu mengikuti kamu, apalagi mengakui kamu sebagai seorang utusan Allah."

Ke·dua:
Kami melihat pengikutmu adalah orang hina, rakyat biasa saja, seperti petani, kaum buruh, pekerja harian yang tidak mempunyai kedudukan tinggi dalam masyarakat. Mereka lekas percaya dan terpengaruh begitu saja tanpa pertimbangan akal.

Ke·tiga:
Kami tidak melihat kamu dan pengikut-pengikut kamu mempunyai kelebihan ilmu pengetahuan atau kekayaan yang dapat dibanggakan yang mendorong kami untuk mengikuti seruanmu.

Ke·empat:
Kami yakin, bahwa pengakuanmu sebagai utusan adalah semata-mata dusta.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya,) mereka adalah terdiri dari orang-orang terhormat kaumnya ("Kami tidak melihat kamu melainkan sebagai manusia biasa seperti kami) tidak ada kelebihan bagimu atas diri kami (dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina-dina di antara kami) yaitu orang-orang yang rendah di antara kami, seperti tukang tambal pakaian dan tukang sol sepatu (yang lekas percaya saja) dapat dibaca baadiya dan baadia yang artinya, mereka lekas percaya kepadamu tanpa berpikir lebih matang lagi. Lafal ini dinashabkan karena menjadi zharaf yang artinya, mereka terus percaya dengan begitu saja (dan kami tidak melihat kalian memiliki suatu kelebihan apa pun atas kami) sehingga karena kelebihan itulah kalian berhak untuk diikuti daripada kami (bahkan kami yakin bahwa kalian adalah orang-orang yang dusta") dalam pengakuan risalah yang kalian bawa. Dalam hal ini mereka mengikut sertakan sebutan Nabi Nuh beserta kaum yang mengikutinya.
««•»»
The council, the respected elders, of his people who disbelieved, said: ‘We see you but a mortal like us, and you have no merit over us, and we see not that any follow you save the vilest among us, the riffraff among us, such as the weavers and the shoemakers, [through] rash opinion (bādiya’l-ra’ya: read with hamza or without [in both cases]), in other words, impulsively, without thinking you over (it [bādiya’l-ra’ya] is in the accusative because it is an adverbial clause, that is to say: at the time that their opinion first came into being). We do not see that you have any merit over us, for which you would deserve our following you; nay, we deem you liars’, with regard to your claim to [be bringing] a Message: they [the disbelievers] included his folk with him in their address [to him].
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 26][AYAT 28]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
27of123
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=11&tAyahNo=27&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
al-quran.info/#11:27

[011] Huud Ayat 026

««•»»
Surah Huud 26

أَنْ لَا تَعْبُدُوا إِلَّا اللَّهَ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ أَلِيمٍ
««•»»
an laa ta'buduu illaa allaaha innii akhaafu 'alaykum 'adzaaba yawmin aliimin
««•»»
Agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan".
««•»»
Worship none but Allah. Indeed I fear for you the punishment of a painful day.’
««•»»

Peringatan ini dijelaskan dengan kata-kata: "Supaya kamu sekalian jangan menyembah kecuali kepada Allah, dan jangan mempersekutukan-Nya dengan apa saja dan aku khawatir jika kamu melanggar dasar agama itu, kamu akan ditimpa azab yang pedih sekali."

Kaum Nuh itu adalah umat yang pertama kali menyembah berhala dan mengadakan kemusyrikan, dan Nabi Nuh sendiri adalah Rasul yang pertama, yang diutus Allah kepada seluruh penghuni dunia. Peringatan Nabi Nuh itu didasarkan atas kekhawatirannya, jika kaumnya tidak bertauhid kepada Allah dan tidak meninggalkan semua bentuk kemusyrikan, mereka akan ditimpa azab yang sangat pedih. Akan tetapi kaum Nabi Nuh telah menentang seruan Nabinya dengan empat alasan yang dibuat-buat.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Agar) supaya (kalian jangan menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku takut kalian) jika kalian menyembah selain-Nya (akan ditimpa azab pada hari yang sangat menyakitkan.") azab yang menyakitkan di dunia dan di akhirat.
««•»»
That, you worship none but God. Lo! I fear for you, should you worship other than Him, the chastisement of a painful day’, painful in this world and in the Hereafter.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 25][AYAT 27]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
26of123
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=11&tAyahNo=26&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
al-quran.info/#11:26

[011] Huud Ayat 025

««•»»
Surah Huud 25

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ إِنِّي لَكُمْ نَذِيرٌ مُبِينٌ
««•»»
walaqad arsalnaa nuuhan ilaa qawmihi innii lakum nadziirun mubiinun
««•»»
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, (dia berkata): "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu,
««•»»
Certainly We sent Noah to his people [to declare]: ‘Indeed I am a manifest warner to you,
««•»»

Pada ayat ini Allah swt. menerangkan bahwa Dia telah mengutus Nabi Nuh a.s. kepada kaumnya yang ingkar dan durhaka kepada Tuhan dengan menyembah berhala, dan Nabi Nuh berkata kepada mereka: "Sesungguhnya aku memberi peringatan dari Allah supaya kamu meninggalkan syirik dan beriman serta taat kepada-Nya."

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, ia berkata, "Sesungguhnya aku) bahwa aku. Menurut suatu qiraat lafal innii dengan memperkirakan adanya makna al-qaul yang artinya, dia berkata (adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kalian) yakni jelas peringatannya.
««•»»
And verily We sent Noah to his people [and he said]: ‘I am (annī: a variant reading has innī, in which case ‘he said’ has been omitted) for you a clear warner, one whose warning is plain.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 24][AYAT 26]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
25of123
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=11&tAyahNo=25&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
al-quran.info/#11:25

Sabtu, 18 April 2015

[011] Huud Ayat 024

««•»»
Surah Huud 24

مَثَلُ الْفَرِيقَيْنِ كَالْأَعْمَى وَالْأَصَمِّ وَالْبَصِيرِ وَالسَّمِيعِ هَلْ يَسْتَوِيَانِ مَثَلًا أَفَلَا تَذَكَّرُونَ
««•»»
matsalu alfariiqayni kaal-a'maa waal-ashammi waalbashiiri waalssamii'i hal yastawiyaani matsalan afalaa tadzakkaruuna
««•»»
perbandingan kedua golongan itu (orang-orang kafir dan orang-orang mukmin), seperti orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan dapat mendengar. Adakah kedua golongan itu sama keadaan dan sifatnya?. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran (daripada perbandingan itu)?.
««•»»
The parable of the two parties is that of one who is blind and deaf and one who sees and hears. Are they equal in comparison? Will you not then take admonition?
««•»»

Dalam pada itu Allah swt. menjelaskan bahwa perbandingan antara kedua golongan itu, yaitu golongan orang-orang kafir dan orang-orang mukmin adalah seperti orang buta dan tuli dibandingkan dengan orang-orang yang melihat dan mendengar. Orang yang tuli yang kehilangan indra pendengarannya tentu tidak dapat menangkap ilmu pengetahuan yang menjadi unsur perbedaan antara manusia dan hewan, dan orang yang buta karena kehilangan penglihatan tentu tidak dapat meyaksikan kebenaran yang dilihatnya, demikian pula orang yang kafir yang diserupakan dengan orang buta dan tuli itu, tentu saja tidak dapat disamakan dengan orang mukmin yang dapat mempergunakan kedua indranya dengan sempurna.

Maka patutlah hal ini menjadi pelajaran yang berkesan di dalam hati sanubari manusia sehingga setiap orang akan berusaha supaya dapat memanfaatkan penglihatan dan pendengarannya secara sempurna baik lahir maupun batin.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Perumpamaan) gambaran (kedua golongan itu) yakni orang-orang kafir dan orang-orang mukmin (seperti orang buta dan tuli) ini perumpamaan orang kafir (dengan orang yang dapat melihat dan dapat mendengar) ini perumpamaan orang mukmin. (Adakah kedua golongan itu sama keadaan dan sifatnya?) Tentu saja tidak. (Maka tidakkah kalian mengambil pelajaran) lafal tadzakkaruuna asalnya tatadzakkaruuna, kemudian huruf ta asal diidgamkan kepada huruf dzal sehingga jadilah tadzakkaruuna, artinya sama dengan lafal tatta`izhuuna, yaitu mengambil pelajaran.
««•»»
The likeness, the description, of the two parties, the disbelievers and the believers, is as the blind and the deaf, this being the likeness of the disbeliever, and the one who sees and the one who hears, this being the likeness of the believer, are they equal in likeness? No! Will you not then remember? (tadhakkarūn: the original tā’ [of tatadhakkarūn] has been assimilated with the dhāl) [will you not then] be admonished?
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 23][AYAT 25]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
23of123
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=11&tAyahNo=24&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
al-quran.info/#11:24