Kamis, 12 Februari 2015

[011] Huud Ayat 005

««•»»
Surah Huud 5

أَلَا إِنَّهُمْ يَثْنُونَ صُدُورَهُمْ لِيَسْتَخْفُوا مِنْهُ أَلَا حِينَ يَسْتَغْشُونَ ثِيَابَهُمْ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ
««•»»
alaa innahum yatsnuuna shuduurahum liyastakhfuu minhu alaa hiina yastaghsyuuna tsiyaabahum ya'lamu maa yusirruuna wamaa yu'linuuna innahu 'aliimun bidzaati alshshuduuri
««•»»
Ingatlah, sesungguhnya (orang munafik itu) memalingkan dada mereka untuk menyembunyikan diri daripadanya (Muhammad) {708}. Ingatlah, di waktu mereka menyelimuti dirinya dengan kain, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka lahirkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
{708} Maksudnya: Menyembunyikan perasaan permusuhan dan kemunafikan mereka terhadap Nabi Muhammad s.a.w.
««•»»
Look! They fold up their breasts[1] to hide [their secret feelings] from Him. Look! When they draw their cloaks over their heads,[2] He knows whatever they keep secret and whatever they disclose. Indeed He knows best whatever is in the breasts.
[1] ‘To fold up one’s breast’ is an idiomatic phrase, meaning to conceal one’s spite within one’s heart.
[2] So that they may not be recognized. Cf. 71:7.
««•»»

Dalam ayat ini Allah swt. memperingatkan dan menuntut perhatian manusia untuk mengambil pelajaran dan sifat orang yang menolak kebenaran. Mereka ini tidak mau mendengarkan dakwah tauhid dan ajaran agama, lalu mereka menekurkan kepala untuk menyembunyikan mukanya karena malu. Wajah mereka tidak kuat menghadapi sinar kebenaran (Al Quran) sewaktu dibacakan kepada mereka, tetapi sinar-sinar ini menembus jiwa mereka. Mereka menyemnbunyikan muka mereka dari Rasul saw.

Kata Abdullah Ibnu Saddad:
"Adalah seorang di antara mereka bila lewat di hadapan Rasul saw. menekurkan mukanya supaya dia tidak dilihat orang."

Mengapa mereka berbuat demikian itu padahal tidak ada faedahnya sedikit pun untuk melindungi sikap mereka yang sebenarnya? Allah, mengetahui keadaan mereka sewaktu mereka di malam hari, di dalam kamar tidurnya, berselimut dengan kain kumal sehingga menutupi seluruh badan mereka.

Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam dada manusia, dan segala yang terlintas dalam jiwa mereka. Seharusnya mereka tidak bersikap demikian, semua isi langit dan bumi ini tidak ada yang tersembunyi dari Allah swt.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Ayat ini seperti yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari melalui Ibnu Abbas r.a. diturunkan berkenaan dengan orang-orang yang merasa malu untuk membuang air besar atau merasa malu berjimak karena kemaluan mereka terlihat dari atas langit. Akan tetapi menurut pendapat yang lain dikatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan perihal orang-orang munafik.

(Ingatlah sesungguhnya orang-orang munafik itu memalingkan dada mereka untuk menyembunyikan diri daripada-Nya) daripada Allah (Ingatlah, di waktu mereka menyelimuti dirinya dengan kain) menutupi dirinya dengan kain (Allah mengetahui) Maha Tinggi Allah (apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka lahirkan) sehingga sembunyi mereka tidak ada gunanya lagi (sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati) artinya Dia mengetahui semua apa yang ada di dalam hati.

««•»»
As reported by al-Bukhārī [by way of an isnād] from Ibn ‘Abbās, the following was revealed regarding those who were embarrassed to withdraw [to relieve nature] or to have sexual intercourse [without their clothes] and become exposed to the heaven. It is also said: [that it was revealed] regarding the hypocrites: Lo!, they fold up their breasts that they may hide from Him, that is, [from] God; lo! the moment they cover themselves with their garments, wrapping themselves up therewith, He, God, exalted be He, knows what they keep hidden and what they proclaim, and so their hiding is to no avail. Truly He knows what is in the breasts [of men], that is, what is in the hearts.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis melalui Qatadah yang menceritakan, bahwa ketika turun firman Allah, "Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka."
(QS. Al-Anbiya [21[:1).

Maka orang-orang berkata,
"Sesungguhnya hari kiamat telah dekat masanya, oleh sebab itu maka saling bernahi mungkarlah kalian."

Ada suatu kaum yang melakukan nahi mungkar tetapi hanya dalam waktu sebentar, kemudian selanjutnya mereka kembali melakukan perbuatan jahat yang biasa mereka lakukan.

Maka Allah swt. menurunkan firman-Nya,
"Dan sesungguhnya jika Kami undurkan azab dari mereka sampai pada suatu waktu yang ditentukan........"
(Q.S. Huud [11]:8)
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 4][AYAT 6]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
5of123
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=11&tAyahNo=5&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2   
al-quran.info/#11:5

[011] Huud Ayat 004

««•»»
Surah Huud 4

إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
««•»»
ilaa allaahi marji'ukum wahuwa 'alaa kulli syay-in qadiirun
««•»»
Kepada Allah-lah kembalimu, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
««•»»
To Allah will be your return, and He has power over all things.’
««•»»

Dalam ayat ini Allah swt. menegaskan bahwa semua umat manusia baik mereka yang beriman ataupun mereka yang kafir, yang bertobat atau pun yang ingkar dan maksiat akan kembali kepada Allah swt. sesudah akhir hayat mereka, tak seorang pun yang tertinggal. Pada hadirat Allah itulah manusia masing-masing memperoleh balasan dengan seadil-adilnya. Maha Suci Allah, Maha Kuasa atas segala sesuatu, Dia berikan kebaikan kepada orang yang mencintai-Nya dan Dia berikan keburukan kepada orang yang memusuhi-Nya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Kepada Allahlah kembali kalian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu) antara lain ialah memberi pahala dan menentukan azab.
««•»»
Unto God is your return, and He has power over all things’, including reward and chastisement.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 3][AYAT 5]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
4of123
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=11&tAyahNo=4&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2   
al-quran.info/#11:4

[011] Huud Ayat 003

««•»»
Surah Huud 3

وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا حَسَنًا إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيرٍ
««•»»
wa-ani istaghfiruu rabbakum tsumma tuubuu ilayhi yumatti'kum mataa'an hasanan ilaa ajalin musamman wayu/ti kulla dzii fadhlin fadhlahu wa-in tawallaw fa-inii akhaafu 'alaykum 'adzaaba yawmin kabiirin
««•»»
Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.
««•»»
Plead with your Lord for forgiveness, then turn to Him penitently. He will provide you with a good provision for a specified term and grant His grace to every meritorious person. But if you turn your backs [on Him], indeed I fear for you the punishment of a terrible day.
««•»»


Nabi Muhammad saw. menyeru kaum musyrikin untuk memohon ampun kepada Tuhan terhadap dosa perbuatan-perbuatan syirik, kekafiran dan kejahatan mereka umumnya yang telah mereka lakukan. Sesudah itu hendaklah mereka kembali kepada Allah dengan taat melakukan perintah-Nya dan beribadah kepada Allah sepenuh hati tidak menyembah selain Allah seperti patung-patung dan berhala-berhala dan lain sebagainya. Jika mereka berbuat demikian hendaklah mereka minta ampun dan bertobat dengan teguh dan terus-menerus niscaya Allah swt. akan memberi kenikmatan hidup di dunia ini dan rezeki yang melimpah, kemakmuran, kesehatan dan kesejahteraan sampai akhir hayat mereka. Demikianlah keimanan yang bersih kepada Allah dan Rasul, hidup beragama yang baik dari setiap individu merupakan faktor utama yang menyebabkan kemakmuran dan kebahagiaan hidup.

Firman Allah:
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
(QS. An Nahl [16]:97)

Selain memberikan kenikmatan hidup di dunia ini Allah juga memberikan kepada orang yang mempunyai keutamaan seperti orang yang memiliki ilmu pengetahuan atau karya besar ganjaran di dunia dan pahala di akhirat atas keutamaannya itu. Tetapi bilamana manusia itu berpaling dari tauhid dan tobat bahkan terus-menerus dalam kemusyrikan, kemaksiatan, kerusakan akhlak, tentulah mereka akan mengalami kehancuran, atau kemelaratan hidup sesuai dengan sunah Allah pada umat manusia dan azab Allah di hari kiamat

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan hendaklah kalian meminta ampun kepada Rabb kalian) dari kemusyrikan (dan bertobatlah kalian) kembalilah kalian (kepada-Nya) dengan menjalankan ketaatan (niscaya Dia akan memberi kenikmatan kepada kalian) di dunia (dengan kenikmatan yang baik) dengan kehidupan yang baik dan rezeki yang banyak (sampai pada waktu yang telah ditentukan) yaitu mati (dan Dia akan memberi) kelak di akhirat (kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan) di dalam beramal (keutamaannya) yakni balasannya (Dan jika kalian berpaling) lafal tawallau pada asalnya adalah tatawallau kemudian salah satu dari dua huruf ta dibuang sehingga jadilah tawallau, artinya berpaling (maka sesungguhnya aku takut kalian akan ditimpa siksa di hari kiamat) yaitu hari akhir.
««•»»
And [bidding you]: ‘Ask forgiveness of your Lord, for [your] idolatry, then repent, return, to Him, through [acts of] obedience, and He will give you, in this world, fair enjoyment, in the way of pleasant living and abundant provision, until a time appointed, namely, death, and He will give, in the Hereafter, every person of merit, in deed, [the due for] his merit, his reward. But if you turn away (tawallaw: one of the two tā’ letters [of tatawallaw] has been omitted), in other words, if you object, I fear for you the chastisement of an awful day, namely, the Day of Resurrection.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 2][AYAT 4]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
3of123
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=11&tAyahNo=3&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2   
al-quran.info/#11:3

Rabu, 11 Februari 2015

[011] Huud Ayat 002

««•»»
Surah Huud 2

أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا اللَّهَ إِنَّنِي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ
««•»»
allaa ta'buduu illaa allaaha innanii lakum minhu nadziirun wabasyiirun
««•»»
Agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa khabar gembira kepadamu daripada-Nya,
««•»»
declaring: ‘Worship no one but Allah. I am indeed a warner from Him to you and a bearer of good news.
««•»»

Dalam ayat ini Allah swt. menjelaskan bahwa Alquran diturunkan dengan ayat-ayatnya yang disusun rapi dan dengan uraian yang terperinci ini agar manusia jangan menyembah sesuatu kecuali menyembah Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya. Rasul saw. hanyalah pembawa peringatan akan siksa Allah kepada mereka yang mempersekutukan Allah, dan pembawa kabar gembira tentang pahala bagi mereka yang taat dan tulus ikhlas dalam menyembah Allah swt. Menyeru manusia menyembah Allah swt. merupakan tugas rasul-rasul sejak zaman dahulu.

Firman Allah:
وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ
Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku. Maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.
(QS. Al-Anbiya' [21}:25)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(agar) supaya (kalian tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku, Muhammad, adalah pemberi peringatan kepada kalian dari-Nya) yaitu dengan azab jika kalian berbuat kekafiran (dan pembawa berita gembira) dengan pahala jika kalian beriman.
««•»»
[Saying:] ‘Worship none but God. Truly I am to you a warner from Him, of chastisement, if you disbelieve, and a bearer of good tidings’, of reward, if you believe.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 1][AYAT 3]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
2of123
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=11&tAyahNo=2&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2   
al-quran.info/#11:2

[011] Huud Ayat 001

««•»»
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
««•»»
bismi allaahi alrrahmaani alrrahiimi
««•»»
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
««•»»
In the Name of Allah, the All-beneficent, the All-merciful.
««•»»
Surah Huud 1

الر كِتَابٌ أُحْكِمَتْ آيَاتُهُ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِنْ لَدُنْ حَكِيمٍ خَبِيرٍ
««•»»
alif-laam-raa kitaabun uhkimat aayaatuhu tsumma fushshilat min ladun hakiimin khabiirin
««•»»
Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci {707}, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu,
{707} Maksudnya: diperinci atas beberapa macam, ada yang mengenai ketauhidan, hukum, kisah, akhlak, ilmu pengetahuan, janji dan peringatan dan lain-lain.
««•»»
Alif, Lām, Rā. [This is] a Book, whose signs have been made definitive[1] and the elaborated[2] from One [who is] all-wise, all-aware,
[1] Cf.[3:7].
[2] Or ‘articulated.’
««•»»

Allah swt. memulai surat ini dengan tiga buah huruf Alif, Lam, Ra seperti pada permulaan surat Yunus yang lalu, dengan maksud yang sama yaitu menuntut perhatian yang sungguh dari pendengar. Sesudah itu Allah swt. menerangkan bahwa Alquran itu adalah sebuah kitab yang ayat-ayatnya tersusun rapi daripada, lagi jelas artinya. Karena kerapian dan kepadatan susunan ayat itu, tak mungkin dapat ditukar-tukar kata-katanya, baik letaknya atau hurufnya.

Di samping kerapian susunannya, ayat-ayat itu dijelaskan pula secara terperinci menurut masalahnya dan tersebar di dalam surat. Ada ayat yang berhubungan dengan akidah-akidah, hukum-hukum, akhlak, kisah ada pula yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan, seperti proses kejadian manusia. Demikianlah ayat-ayat Alquran itu bagaikan kalung mutiara dengan berbagai cahaya yang cemerlang dan dengan ikatan yang rapi, memiliki nilai keseluruhan yang tinggi.

Sesungguhnya Alquran itu dengan kerapian susunan ayat-ayat dan uraiannya yang terperinci menurut isinya, diturunkan dari sisi Allah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. Dengan bijaksana, Dia turunkan ayat menurut kebutuhan hamba-hamba-Nya, apa yang baik untuk mereka, karena Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Alif laam raa) hanya Allahlah yang mengetahui maksudnya; inilah (suatu Kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi) hal ini tampak pada susunan ayat-ayatnya yang memukau dan keindahan makna-maknanya (serta dijelaskan secara rinci) yang kandungannya menjelaskan tentang hukum-hukum, kisah-kisah dan nasihat-nasihat (yang diturunkan dari sisi Yang Maha Bijaksana lagi Maha Waspada) yaitu Allah.
««•»»
Alif lām rā’: God knows best what He means by these [letters]; this is, a Book whose verses have been set clear, through marvellous arrangement and wonderful meanings, and then detailed, expounded, through rulings, stories and admonitions, from One Wise, Informed, that is, [from] God.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 2]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
1of123
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=11&tAyahNo=1&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2  
al-quran.info/#11:1

[011] Huud 2of2

2of2
123 Verses • revealed at Medinan.
««•»»
»The surah that mentions an ancient prophet after Noah named Hūd, whom God sent to the mighty people of ʿĀd, the dwellers of a great pillared city called Iram. It is named after Hūd, whose account is given in verse 50 ff. The surah begins by announcing that the Prophet is sent both to warn and to give good news, and the body of the surah focuses on the warning aspect: God watches over everything and is aware of all that people do ( verse 5 ff., verse 111 ff. and verse 123). The many stories of past prophets, which serve to warn the disbelievers, also strengthen the heart of the Prophet (verse 120).«

The surah is also known as: Hood, Hud (The Messenger), The Prophet Hud.
««•»»
•[AYAT 001]•[AYAT 002]•[AYAT 003]•[AYAT 004]•[AYAT 005]•[AYAT 006]•[AYAT 007]•[AYAT 008]•[AYAT 009]•[AYAT 010]•[AYAT 011]•[AYAT 012]•[AYAT 013]•[AYAT 014]•[AYAT 015]•[AYAT 016]•[AYAT 017]•[AYAT 018]•[AYAT 019]•[AYAT 020]•[AYAT 021]•[AYAT 022]•[AYAT 023]•[AYAT 024]•[AYAT 025]•[AYAT 026]•[AYAT 027]•[AYAT 028]•[AYAT 029]•[AYAT 030]•[AYAT 031]•[AYAT 032]•[AYAT 033]•[AYAT 034]•[AYAT 035]•[AYAT 036]•[AYAT 037]•[AYAT 038]•[AYAT 039]•[AYAT 040]•[AYAT 041]•[AYAT 042]•[AYAT 043]•[AYAT 044]•[AYAT 045]•[AYAT 046]•[AYAT 047]•[AYAT 048]•[AYAT 049]•[AYAT 050]•
•[AYAT 051]•[AYAT 052]•[AYAT 053]•[AYAT 054]•[AYAT 055]•[AYAT 056]•[AYAT 057]•[AYAT 058]•[AYAT 059]•[AYAT 060]•[AYAT 061]•[AYAT 062]•[AYAT 063]•[AYAT 064]•[AYAT 065]•[AYAT 066]•[AYAT 067]•[AYAT 068]•[AYAT 069]•[AYAT 070]•[AYAT 071]•[AYAT 072]•[AYAT 073]•[AYAT 074]•[AYAT 075]•[AYAT 076]•[AYAT 077]•[AYAT 078]•[AYAT 079]•[AYAT 080]•[AYAT 081]•[AYAT 082]•[AYAT 083]•[AYAT 084]•[AYAT 085]•[AYAT 086]•[AYAT 087]•[AYAT 088]•[AYAT 089]•[AYAT 090]•[AYAT 091]•[AYAT 092]•[AYAT 093]•[AYAT 094]•[AYAT 095]•[AYAT 096]•[AYAT 097]•[AYAT 098]•[AYAT 099]•[AYAT 100]•
•[AYAT 101]•[AYAT 102]•[AYAT 103]•[AYAT 104]•[AYAT 105]•[AYAT 106]•[AYAT 107]•[AYAT 108]•[AYAT 109]•[AYAT 110]•[AYAT 111]•[AYAT 112]•[AYAT 113]•[AYAT 114]•[AYAT 115]•[AYAT 116]•[AYAT 117]•[AYAT 118]•[AYAT 119]•[AYAT 120]•[AYAT 121]•[AYAT 122]•[AYAT 123]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
Sumber: Al-Quran (القرآن) — Online Quran Project — Translation and Tafsir
http://al-quran.info/#11

[011] Huud1of2


1of2
123 ayat • diturunkan di Mekah.

««•»»
Surah Huud (Arab: هود , Hūd, "Nabi Hud") adalah surah ke-11 dalam al-Qur'an dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Surah ini terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surah Yunus. Surah ini dinamai surah Huud karena ada hubungan dengan terdapatnya kisah Nabi Huud dan kaumnya dalam surah ini terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh, Shaleh, Ibrahim, Luth, Syu'aib, dan Musa.
 ««•»»

 Pokok-pokok Isi.
  1. Keimanan: Adanya 'Arsy Allah; kejadian alam dalam 6 tahap; adanya golongan-golongan manusia di hari kiamat.
  2. Hukum-hukum: Agama membolehkan menikmati yang baik-baik dan memakai perhiasan asal tidak berlebih-lebihan; tidak boleh berlaku sombong; tidak boleh mendoa atau mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin menurut sunnah Allah.
  3. Kisah-kisah: Kisah Nuh a.s. dan kaumnya; kisah Huud a.s. dan kaumnya; kisah Shaleh a.s. dan kaumnya; kisah Ibrahim a.s. dan kaumnya; kisah Syu'aib a.s. dan kaumnya; kisah Luth a.s. dan kaumnya; kisah Musa a.s. dan kaumnya.
  4. Dan lain-lain: Pelajaran-pelajaran yang diambil dari kisah-kisah para nabi; air sumber segala kehidupan; salat itu memperkuat iman; sunnah Allah yang berhubungan dengan kebinasaan suatu kaum.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
 [KEMBALI][AYAT-AYAT]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
Referensi
http://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Hud
Mukaddimah terjemahan Al Qur'an versi Departemen Agama RI